
Duka Longsor Tasikmalaya, Satu Keluarga Tertimbun
Duka Longsor Tasikmalaya, Satu Keluarga Tertimbun Yang Menjadi Momen Memilukan Kala Itu Yang Masih Teringat Kini. Lokasi dan waktu kejadian longsor ini tepatnya berada di Kampung Ciburaleng (atau disebut juga Cibulareng). Dan wilayah administratif Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Serta kawasan ini merupakan daerah perbukitan. Tentunya dengan tebing-tebing tanah yang cukup curam di sekitar permukiman warga. Peristiwa longsor terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025. Kemudian juga di perkirakan antara pukul 21.30 hingga 22.00 WIB dalam Duka Longsor Tasikmalaya.
Tentunya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam tanpa henti. Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas tinggi memicu pergerakan tanah di tebing setinggi kurang lebih 7 meter. Serta yang berada persis di belakang rumah korban. Material longsor berupa tanah bercampur batu dan puing bangunan runtuh seketika. Dan menerjang dinding rumah dan menimbun sebagian ruangan. Kondisi geografis lokasi yang berada di lereng. Serta yang dekat aliran sungai membuat bencana ini semakin parah dalam Duka Longsor Tasikmalaya.
Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor Yang Menjadi Kesedihan Mendalam
Kemudian juga masih membahas Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor Yang Menjadi Kesedihan Mendalam. Dan fakta lainnya adalah:
Korban Jiwa
Korban jiwa dalam peristiwa longsor di sana ini adalah seorang anak perempuan berusia sekitar 8–10 tahun. Terlebih yang di ketahui bernama NPS atau Nabila Putri. Ia menjadi satu-satunya korban meninggal dunia dalam bencana tersebut. Saat kejadian pada malam Minggu, 3 Agustus 2025. Dan Nabila tengah berada di dalam rumah bersama ibunya dan dua saudara kandungnya. Material longsor berupa tanah, batu, dan runtuhan dinding rumah menimpa bagian ruangan tempat korban berada. Akibatnya, tubuh korban tertimbun sepenuhnya. Serta mengalami luka parah di kepala serta dada. Warga yang mendengar suara longsor. Kemudian dengan teriakan segera berusaha mengevakuasi dengan alat sederhana. Namun ketika korban berhasil di temukan. Kemudian ia sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Nabila di kenal sebagai anak yang ceria, aktif, dan dekat dengan tetangga.
Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik
Selain itu, masih membahas Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik. Dan fakta lainnya adalah:
Korban Selamat
Korban selamat dalam peristiwa longsor di sana ini adalah ibu korban bernama Sinta Santiana (32 tahun). Serta dua anaknya yang merupakan kakak dan adik kandung dari korban meninggal dunia, Nabila Putri. Mereka berhasil selamat dari terjangan material longsor. Meski mengalami luka fisik dan trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Saat longsor terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025. Dan Sinta sedang berada di dalam rumah bersama ketiga anaknya. Hujan deras yang mengguyur sejak sore membuat suasana malam itu sunyi. Serta hanya di iringi suara hujan. Tiba-tiba, terdengar gemuruh keras dari arah belakang rumah yang hanya berjarak beberapa meter dari tebing. Dalam hitungan detik, tanah dan batu dari tebing runtuh. Kemudian yang menghantam dinding rumah bagian belakang. Dan juga menimbun sebagian ruangan. Sinta yang berada di ruang tengah berusaha meraih anak-anaknya.
Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik Yang Menyisahkan Kepedihan
Selanjutnya juga masih membahas Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik Yang Menyisahkan Kepedihan. Dan fakta lainnya adalah:
Evakuasi Dan Penanganan Medis
Evakuasi dan penanganan medis pada peristiwa longsor di Tasikmalaya yang menewaskan seorang anak serta melukai ibu. Dan dua saudaranya berlangsung dalam situasi yang penuh tantangan. Tentunya akibat kondisi medan yang sulit. Serta cuaca yang masih tidak bersahabat. Kejadian ini terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025, di Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang. Dan juga di Kabupaten Tasikmalaya. Begitu suara gemuruh longsor terdengar dan warga mengetahui rumah korban tertimpa material tanah. Serta puing bangunan, puluhan tetangga segera datang memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Contohnya seperti cangkul, sekop, dan ember. Akses menuju rumah korban sangat sempit dan licin akibat hujan deras.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai anak tewas, ibu dan adik jadi korban terkait Duka Longsor Tasikmalaya.