Review Jujur Sirion 10 Tahun: Masih Irit Atau Mulai Rewel?

Review Jujur Sirion 10 Tahun: Masih Irit Atau Mulai Rewel?

Review Jujur Sirion 10 Tahun: Masih Irit Atau Mulai Rewel Jika Masih Di Gunakan Dalam Tahun 2026 Ini Untuk Mobilitas. Bicara soal hatchback kompak yang pernah jadi primadona anak muda. Tentu nama Daihatsu Sirion tentu tidak asing. Kini di tahun 2026, banyak unitnya yang sudah menginjak usia 10 tahun lebih. Pertanyaannya, apakah mobil ini masih layak di pakai harian atau justru mulai menunjukkan tanda-tanda “rewel”? Secara umum, mesin 1.3L miliknya generasi lama terkenal bandel. Selama perawatan rutin dilakukan seperti ganti oli tepat waktu dan servis berkala. Dan performa mesin masih terasa responsif untuk penggunaan dalam kota. Tarikan bawahnya cukup ringan.

Maka cocok untuk kondisi lalu lintas padat seperti di Jakarta atau kota besar lainnya. Namun demikian, beberapa pemilik mengeluhkan munculnya getaran halus saat idle di unit yang jarang di rawat. Biasanya, masalah ini berkaitan dengan mounting mesin atau throttle body yang kotor. Kabar baiknya, biaya perbaikannya relatif terjangkau dan suku cadang masih mudah di temukan hingga 2026. Dengan kata lain, dari sisi mesin, Sirion 10 tahun masih tergolong tangguh. Asalkan tidak telat servis, mobil ini belum bisa di bilang “mulai rewel”.

Konsumsi BBM: Masih Irit Di 2026?

Konsumsi BBM: Masih Irit Di 2026 juga banyak di pertanyakan. Sejak awal kemunculannya, ia di kenal sebagai hatchback yang cukup hemat. Lalu, bagaimana setelah satu dekade pemakaian? Dalam penggunaan normal dalam kota, konsumsi BBM Sirion lawas masih berkisar di angka 12–14 km/liter. Namun tergantung kondisi lalu lintas dan gaya berkendara. Sementara untuk rute luar kota, angkanya bisa menyentuh 16–18 km/liter jika kondisi mesin prima. Meski demikian, ada beberapa faktor yang membuat konsumsi BBM bisa menurun di tahun 2026.

Filter udara kotor, busi aus, hingga injektor yang mulai tersumbat bisa membuat mobil terasa lebih boros. Oleh karena itu, penting melakukan tune-up berkala agar efisiensi tetap terjaga. Jika di bandingkan dengan hatchback baru bermesin 1.2L atau teknologi hybrid, tentu ia kalah efisien. Namun untuk mobil konvensional non-hybrid seusianya. Maka konsumsi BBM-nya masih tergolong masuk akal. Jadi, untuk pertanyaan “masih irit atau tidak?”, jawabannya: masih cukup irit, asalkan kondisi mobil sehat.

Kenyamanan Dan Fitur: Masih Layak Atau Ketinggalan Zaman?

Beranjak ke sektor Kenyamanan Dan Fitur: Masih Layak Atau Ketinggalan Zaman?. Mobil ini adalah generasi 2015–2016 menawarkan kabin yang cukup lapang untuk ukuran hatchback. Ruang kepala dan kaki masih nyaman untuk empat penumpang dewasa. Suspensinya pun cenderung empuk untuk pemakaian dalam kota. Namun, memasuki 2026, fitur-fitur yang dulu terasa modern kini mulai terlihat biasa saja. Head unit standar belum mendukung layar besar seperti mobil keluaran terbaru. Fitur keselamatan pun masih terbatas pada dual airbag dan ABS di beberapa tipe. Meski begitu, kelebihannya terletak pada visibilitas yang baik dan posisi duduk yang ergonomis.

Untuk penggunaan harian. Tentunya seperti antar-jemput anak, kerja, atau belanja, mobil ini masih sangat fungsional. Selain itu, biaya perawatan kaki-kaki tergolong ramah di kantong. Beberapa komponen seperti bushing arm atau shockbreaker memang mulai minta di ganti setelah 8–10 tahun. Akan tetapi, harga spare part. Dan juga dengan jasa masih relatif terjangkau di bandingkan mobil Eropa atau SUV modern. Dengan demikian, dari sisi kenyamanan, Sirion masih layak di pakai. Walau tidak bisa di samakan dengan mobil-mobil terbaru yang sudah di bekali fitur canggih.

Biaya Perawatan Dan Nilai Jual Di Tahun 2026

Terakhir, Biaya Perawatan Dan Nilai Jual Di Tahun 2026 juga perlu di pahami. Salah satu alasan banyak orang tetap mempertahankan Sirion adalah ongkos servisnya yang bersahabat. Bengkel resmi maupun bengkel umum sudah sangat familiar dengan mobil ini. Rata-rata biaya servis berkala ringan masih berada di kisaran ratusan ribu rupiah, tergantung penggantian part. Bahkan untuk perbaikan besar sekalipun, biayanya tidak sampai “menguras tabungan” seperti mobil dengan teknologi turbo atau transmisi canggih.

Dari sisi nilai jual, harga bekasnya di 2026 memang sudah turun cukup signifikan. Namun justru di situlah daya tariknya. Dengan budget terbatas, konsumen bisa mendapatkan mobil hatchback yang irit, praktis, dan relatif minim drama. Sebagai kesimpulan, review jujur Sirion 10 tahun di 2026 menunjukkan bahwa mobil ini masih cukup layak di pakai. Mesin tetap bandel, konsumsi BBM masih tergolong hemat. Dan biaya perawatan ramah di kantong. Kekurangannya hanya pada fitur yang mulai terasa ketinggalan zaman dari Daihatsu Sirion.