
Sentilan Kemenko Infrastruktur: Kawasan Hulu Harus Hijau
Sentilan Kemenko Infrastruktur: Kawasan Hulu Harus Hijau Di Mana Wilayah Tersebut Terancam Akibat Pengalihan Fungsi Lahan. Pernyataan dan Sentilan Kemenko Infrastruktur soal pentingnya menjaga kawasan hulu. Tentunya agar tetap hijau bukan sekadar imbauan normatif. Sentilan tersebut lahir dari realitas di lapangan yang kian mengkhawatirkan. Dan alih fungsi lahan di kawasan hulu terus terjadi. Mulai dari pembukaan hutan untuk permukiman, perkebunan. Terlebihnya hingga pembangunan infrastruktur tanpa kendali ekologis yang memadai. Kawasan hulu sejatinya berperan sebagai penyangga utama sistem lingkungan. Di sanalah air hujan di serap, tanah di stabilkan. Dan keseimbangan ekosistem dijaga. Ketika fungsi ini terganggu, dampaknya tidak hanya di rasakan secara lokal. Akan tetapi menjalar hingga ke wilayah hilir dan perkotaan. Berikut fakta-fakta yang terjadi dari Sentilan Kemenko Infrastruktur ini.
Banjir Dan Longsor Semakin Sering Terjadi
Salah satu dampak paling nyata dari alih fungsi lahan di kawasan hulu adalah meningkatnya frekuensi banjir dan longsor. Ketika tutupan vegetasi berkurang, tanah kehilangan kemampuan alaminya untuk menyerap air hujan. Air yang seharusnya tertahan di dalam tanah justru mengalir deras ke wilayah hilir. Data kejadian bencana menunjukkan pola yang konsisten: daerah dengan kerusakan kawasan hulu cenderung mengalami banjir bandang dan longsor saat curah hujan tinggi. Ini bukan lagi fenomena musiman. Namun melainkan masalah struktural akibat perubahan fungsi lahan yang masif dan tidak terkendali.
Krisis Air Bersih Di Musim Kemarau
Ironisnya, wilayah yang sama sering kali mengalami kekeringan saat musim kemarau. Pengalihan fungsi lahan membuat kawasan hulu kehilangan peran sebagai “bank air”. Dan tanah yang padat akibat pembangunan tidak mampu menyimpan cadangan air untuk di lepaskan secara perlahan. Akibatnya, debit mata air dan sungai menurun drastis di musim kering. Serta masyarakat di wilayah hilir dan perkotaan mulai merasakan krisis air bersih. Meski curah hujan tahunan tergolong tinggi. Fakta ini mempertegas bahwa menjaga kawasan hulu tetap hijau adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan air nasional.
Hilangnya Keanekaragaman Hayati Secara Perlahan
Alih fungsi lahan juga membawa dampak serius terhadap keanekaragaman hayati. Kawasan hulu umumnya menjadi habitat alami berbagai flora dan fauna endemik. Ketika hutan berubah menjadi lahan terbuka atau kawasan terbangun. Kemudian juga dengan spesies-spesies tersebut kehilangan ruang hidupnya. Hilangnya keanekaragaman hayati bukan hanya soal kepunahan satwa. Akan tetapi juga rusaknya rantai ekosistem. Serangga penyerbuk berkurang, keseimbangan predator dan mangsa terganggu, hingga kualitas tanah ikut menurun. Dampak ini seringkali luput dari perhatian karena terjadi secara bertahap. Namun efek jangka panjangnya sangat merugikan.
Beban Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Meningkat
Fakta lain yang jarang di sorot adalah meningkatnya beban sosial dan ekonomi masyarakat akibat kerusakan kawasan hulu. Petani kehilangan lahan produktif karena erosi. Kemudian nelayan terdampak sedimentasi sungai, dan warga harus mengeluarkan biaya lebih. Tentunya untuk air bersih maupun perbaikan rumah pascabencana. Pemerintah daerah pun menanggung beban anggaran yang besar untuk penanganan bencana, rehabilitasi lingkungan. Dan pembangunan ulang infrastruktur. Padahal, biaya tersebut bisa di tekan jika kawasan hulu sejak awal di jaga fungsinya.
Sentilan Kemenko Infrastruktur menegaskan satu hal penting: menjaga kawasan hulu. Tentunya aagar tetap hijau bukan sekadar isu lingkungan, melainkan kebutuhan strategis nasional. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali terbukti menimbulkan dampak berantai. Mulai dari bencana alam hingga tekanan ekonomi. Ke depan, kebijakan tata ruang yang tegas, pengawasan berkelanjutan. Serta kesadaran kolektif menjadi kunci untuk menyelamatkan kawasan hulu. Jika kawasan hulu rusak, maka wilayah hilir tinggal menunggu waktu untuk merasakan akibatnya. Menjaga kehijauan kawasan hulu berarti menjaga masa depan bersama.